Beasiswa ke Sudan 2013




Sekilas tentang Sudan
Sudan adalah Negara yang terluas di benua Afrika. Sudan meskipun terletak di Afrika, akan tetapi bahasa yang digunakan sehari-hari oleh penduduknya adalah Bahasa Arab. Bahasa arab Sudan sangat mudah dipahamai oleh para pendatang, khususnya orang asing yang kurang pandai berbicara Arab, karena masyarakat Sudan sendiri sering menggunakan Bahasa Arab Fushah (resmi), lebih-lebih ketika berkomunikasi dengan orang-orang asing. Selain itu juga, masyarakat Sudan sangat menghormati keberadaan orang asing, khususnya para pelajar terutama pelajar Indonesia. Orang-orang Sudan sangat ramah, sehingga jarang ditemukan kekacauan atau gangguan-gangguan di jalanan yang membikin orang asing tidak tenang.

Iklim
Sudan memiliki 3 musim dalam 1 tahun, yaitu musim panas, musim dingin dan musim hujan. Hujan debu sekali-kali juga datang melanda. Ketiga musim yang silih berganti tersebut tidaklah membuat para pelajar asing putus asa untuk mencari ilmu di Sudan, bahkan mereka dapat menikmatinya meskipun jarak tempuh antara kampus dan tempat tinggal cukup jauh.

B. Studi Islam di Sudan
Banyak mahasiswa asing yang menuntut ilmu di perguruan tinggi di Sudan. Adapun perguruan-perguruan tinggi Sudan yang banyak diminati oleh mahasiswa Indonesia adalah :
1.      International University of Africa (Universitas Afrika/IUA) 1977
2.      Oum Durman Islamic University (Universitas Islam Oum Durman) 1912-1965
3.      Al-Qur'an University and Islamic Studys (Universitas Al-Qur’an dan Studi-studi Islam) 1990
4.      Al-Neelain University (Universitas al-nielain) 1955
5.      Institute International Khartoum for Arabic Language (biasa disebut Ma’had Dauly)
6.      Sudan University of Science and technology (Unversitas Sudan dan ilmu-ilmu teknologi) 1950-1975
7.      Al-zaiem Al-Azhari University – 6,12,1990 (Universitas Zaiem azhari)
8.      University of Gezira (Universitas Jazira) 9,11,1975
Perguruan-perguruan tinggi diatas adalah yang bisa dimasuki oleh pelajar asing. Sedangkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Departemen Agama Republik Indonesia, hanya bekerjasama dalam hal beasiswa dengan pihak Sudan hanya pada Universitas Afrika untuk program S-1. Adapun untuk Program S-2, pemerintah Indonesia setiap tahunnya mempunyai jatah beasiswa untuk dua orang dari Institute International Khartoum for Arabic Language.
Sementara untuk perguruan tinggi lainnya, mahasiswa Indonesia dapat mengajukan sendiri permohonan keringanan biaya kuliah, dengan meminta rekomendasi dari Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) di Sudan atau dengan menulis surat permohonan yang ditujukan kepada rektor universitas masing-masing. Ada juga yang mencari sponsor dari pihak Sudan untuk mendapatkan keringanan biaya kuliah ataupun beasiswa.
Khusus untuk program S-2 dan S-3, banyak sekali mahasiswa Indonesia yang terjun bebas. Artinya mereka datang ke Sudan tanpa sponsor ataupun beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Sistem Perkuliahan Secara Umum
Untuk sistem pengajaran di ruang kampus, mahasiswa banyak dituntut untuk hadir di kelas karena ketatnya sistem absensi. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mendengar langsung informasi dari para dosen pengajar. Adapun bahasa yang digunakan di kampus adalah bahasa fushah (bahasa Arab resmi), hal inilah yang membuat mahasiswa tidak cepat bosan mendengar penjelasan dari para dosen.
Ketika mahasiswa kurang jelas dalam memahami mata kuliah yang disampaikan, dia dapat langsung menemui dosen yang bersangkutan di ruang dosen, masjid, rumah atau di manapun tempatnya. Bahkan mahasiswa bisa menghubungi dosen melalui telepon dan membuat janji untuk bertemu, khususnya bagi program S-2 dan S-3 yang sedang menulis tesis atau disertasi. Hal ini sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar. Terkadang sebagian dosen memberikan tugas makalah (bahts) kepada mahasiswa. Masa yang ditempuh selama kuliah pada masing-masing universitas, untuk S-1 minimal 4 tahun dan untuk S-2 dan S-3 adalah 2 tahun sampai 4 tahun.

Pendaftaran Program Pasca di Perguruan Tinggi Sudan Secara Umum
Adapun untuk program S-2 dan S-3, selain mengikuti tes bersama di Depag, biasanya mahasiswa Indonesia langsung datang ke Sudan, dan paling tidak sudah membawa syarat-syarat seperti di atas dan diproses di negara yang bersangkutan. Atau mereka setelah selesai program S-1 langsung melanjutkan S-2 dan setelah S-2 langsung daftar S-3.
Mungkin bisa dikatakan pengurusan administrasi di Sudan berbeda jauh dengan di negara kita. Di Sudan untuk urusan pendaftaran tidak bisa selesai dalam satu atau dua hari, bahkan bisa sampai satu bulan, khususnya program S-3, karena perlu menunggu sidang judul terlebih dahulu.

Biaya Okomodasi
Biaya hidup di Sudan terhitung mahal, terutama biaya sewa rumah. Para mahasiswa biasanya mengatasi hal ini dengan menyewa secara bersamaan dengan teman yang lain. Sewa rumah di Mesir mungkin bisa US$ 50 dalam perbulan, akan tetapi di Sudan rata-rata harga sewa rumah di atas US$ 100, ini belum termasuk biaya air, listrik dan makan.

Kesempatan Mendapatkan Beasiswa
Untuk mendapatkan beasiswa kuliah, dalam hal ini program S-2 dan S-3 selain Universitas Africa dan Ma’had Dauly, dulu para mahasiswa dapat meminta surat pengantar dari KBRI di Sudan yang kemudian ditujukan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Sudan untuk mendapatkan beasiswa. Akan tetapi untuk saat ini, pengurusan semacam ini sudah tidak berlaku lagi.
Saat ini, para mahasiswa mendapatkan beasiswa dengan memanfaatkan kerjasama yang dilakukan antara universitas-universitas tertentu di Indonesia dengan universitas-universitas tertentu yang ada di Sudan. Ada juga yang memanfaatkan kerjasama antara organisasi yang ada di Indonesia, seperti NU dan Muhammadiyah, dengan universitas-universitas tertentu yang ada di Sudan.
Akhirnya, semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kesuksesan selalu menyertai setiap usaha kita.


Bidang studi pada fakultas-fakultas berikut ini:

1. Syari’ah
2. Tarbiyah dan Adab
3. Ekonomi
4. Teknik
5. Kedokteran
6. Diploma Tarbiyah

Persyaratan dan Ketentuan Mengikuti Seleksi

1. Warga Negara RI yang beragama Islam.
2. Mengisi formulir pendaftaran online melalui website: www.ditpertais.net
3. Pas photo berwarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
4. Melampirkan foto copy ijazah madrasah aliyah/pondok pesantren/sederajat
    yang telah dilegalisir Kementerian Agama setempat dengan ketentuan
    sebagai berikut:
    -Usia ijazah tidak lebih dari 2 (dua) tahun.
    -Bagi yang belum memiliki ijazah (STTB), harus melampirkan surat
     keterangan lulus dari sekolah.
    -Bagi pendaftar beasiswa ke Sudan harus menyerahkan ijazah dan akte
     kelahiran yang  telah       diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
    -Semua persyaratan diserahkan dalam 2 rangkap.
    -Pendaftar diperbolehkan mendaftar ke Sudan  maupun Mesir.
    -Semua persyaratan di atas diserahkan sehari sebelum seleksi ke lokasi
     ujian yang dipilih.
Perlu diingat di sini, bahwa syarat-syarat tersebut sudah dalam bentuk terjemahan.

Pendaftaran

Pendaftaran online melalui website: www.ditpertais.net

Lokasi Ujian

1. Kementerian Agama RI Jakarta (Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Jakarta)
2. UIN Sulthan Syarif Kasim Riau Pekanbaru (Jl. H.R.Soebrantas No.155 KM 18
    Simpang Baru Panam,Pekanbaru)
3. IAIN Sunan Ampel Surabaya (Jl. Jend. A. Yani No.117 Tromol Surabaya)
4. UIN Ala’uddin Makassar (Jl. Sultan Alauddin No. 36, Samata Gowa Sulsel)
    
Materi Ujian

1. Ujian Tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi: bahasa Arab (memahami
    teks, tata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam.
2. Ujian Lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi: bahasa Arab
    (percakapan, terjemah dan pemahaman teks) dan  hafalan/bacaan Al
    Qur’an minimal 2 juz;
3. Bagi pendaftar yang memilih bidang studi umum ke Sudan akan mengikuti
    materi ujian berbahasa Inggris.