Beasiswa Kuliah di Al-Jazair





No.
Fakultas
Jurusan
Konsentrasi
1
Ushuluddin, Syari'ah dan Peradaban Islam
Al-Qur`an dan Sunnah
Akidah dan Perbandingan Agama
Dakwah, Jurnalistik dan Public Relation
Syari'ah dan Undang-undang
Ushul Fiqh
2
Al-Adab dan Ilmu-ilmu Humaniora
Sejarah
Sejarah Islam
Sejarah Aljazair
Warisan Sejarah dan Seni Islam
Bahasa Arab
Bahasa Arab dan Studi Al-Qur'ani
Bahasa-bahasa Timur
Terjemah
Ekonomi dan Manajemen
Ekonomi Islam
Manajemen Umum dan Pengaturan
Manajemen Kerja
No.
Institusi
Alamat dan Website
1
KBRI di Algier, Aljazair
Embassy of The Republic of Indonesia
41 Petite Provence, Hydra, Alger. (BP. 62 El Moradia- Alger 17), Algerie
Telp. 00213-21-694-915, 609-133, 606-849
Fax. 00213-21-694-916, 694-919
Email =
 kbrial@wissal.dz
2
Kedutaan Aljazair di Jakarta
Kedutaan Besar Republik Demokrasi Rakyat Aljazair.
Jl. HR Rasuna Said Kav 10/1 JAKARTA 12950
Tlp. 021-5254719.
3
Universitas Amer Abdel Kader
Université Amer Abdel Kader des Sciences Islamiques
Distric Qudur Bumadwas Po.Box 137
Constantine Algeria
Tlp.00213-31922694/00213-31922695
Fax.00213-31925371
Email : usiea.CSRI@yahoo.fr/usieak25@assila.net
Web Site: http://www.univ-emir.dz
4
Universitas Aljazair
Université d'Alger
Jl. El-Rabwah el-Hamra, Husaen Daiy, Algerie
Tlp. 00213-21-497027
Fax. 00213-21-497026
Email : contact@univ-alger.dz
5
Kementrian Pendidikan Tinggi Aljazair
Jl. Dudue Mukhtas no. 11, Ben Aknun, Algeir, Aljazair
Tlp.00213-021-91 17 17 – 213/ 021 - 91 21 22 ‏‏‏‏
Email:: webmaster@mesrs.dz
Web Site : www.mesrs.dz
6
Kepresidenan Aljazair
http://www.el-mouradia.dz/
7
Informasi tentang Aljazair
www.algerieclic.com

Beasiswa-Muslim--Al-Jazair memiliki sejarah panjang dan heroik. Dalam situs resmi kepresidenan negara Aljazair disebutkan, bahwa manusia sudah ada di Aljazair sejak 5000 tahun sebelum masehi. Penduduk itu lebih dikenal dengan sebutan Nomadiy.
Penduduk asli Aljazair adalah dari Amazigh atau Barbar yang sekarang tinggal 17% dari penduduk Aljazair. Nama ini telah digunakan sejak pendudukan Romawi, yaitu sebutan untuk Qabail, Syawiyah, Thawariq, Bani Yaqzan. Mereka semua adalah penduduk asli Aljazair.
Sementara Arab yang saat ini menempati 83% penduduk Aljazair adalah generasi yang berasal dari negara-negara Arab ketika masuknya kekuasaan Islam dan masa setelahnya. Selanjutnya orang-orang Arab bersatu bersama orang-orang Amazigh (penduduk asli Aljazair) dan menjadi satu umat dengan agama Islam, bahasa satu dengan bahasa Arab, dan bersatu menghadapi penjajah Barat.
Negara produksi gas terbesar kedua di dunia ini pernah mengalami "masa-masa hitam". Pada tahun 1990 Aljazair dilanda perang saudara penuh kekerasan dan berkepanjangan. Tepatnya setelah militer tidak mengakui partai Islam FIS 'Front Islamique du Salut' (Front Keselamatan Islam) yang memenangkan pemilihan umum multipartai pertama di negeri itu sekaligus membubarkannya. Lebih dari 100.000 orang terbunuh, baik dari kalangan aktivis FIS maupun dari rakyat tak berdosa.
Aljazair sempat menjadikan bahasa Perancis sebagai bahasa utama di samping bahasa Arab. Tapi pada bulan Desember 1990, Majelis Rakyat Nasional (MPR) mengesahkan aturan penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi Aljazair dan melarang perusahaan-perusahaan swasta dan partai politik menggunakan bahasa Perancis dan Barbar. Akibat kebijakan ini, warga Prancis dan keturunanya banyak yang keluar dari Aljazair.

II. Kebudayaan dan Tipikal Orang Aljazair
Aljazair terletak di barat laut Afrika dengan pantai sepanjang Laut Tengah di sebelah utara, berbatasan dengan Tunisia di timur laut, Libya di timur, Niger di sebelah tenggara, Mali dan Mauritaniadi barat laut, dan Maroko di barat. Nama Algeria berasal dari nama ibu kotanya Algiers yang berarti kepulauan (al-jazā’ir, dalam bahasa Arab). Ini mungkin merujuk kepada 4 buah pulau yang terletak berdekatan dengan Algiers. Dengan luas 2.381.741 km2 Aljazair merupakan negara kedua terbesar di benua Afrika, setelah Sudan.                                                   Aljazair memiliki budaya percampuran Timur dan Barat. Di antaranya dikarenakan Aljazair mengalami masa transisi kekuasan beragam, serta bertetangga dengan negara-negara Arab dan Afrika, serta dekat dengan Perancis dan Spanyol. Selain itu dampak penjajahan Perancis yang berlangsung cukup lama menjadi faktor utama budaya Barat demikian kental di Aljazair. Demikian halnya keluar-masuk warga Aljazair yang bekerja di Perancis (saat ini lebih dari 4 juta jiwa) menjadikan adanya pengaruh budaya Barat yang kental, khususnya di kota-kota besar. Termasuk dalam hal berbahasa, bahasa Arab 'âmiyah (pasaran) yang digunakan sehari-hari bercampur dengan sekitar 30% bahasa Perancis.
Oleh karena itu, dalam kehidupan keseharian negara berpenduduk 99,9 % muslim ini tampak ada perbedaan antara kota-kota besar dan kota-kota kecil. Hal ini mengingat nuansa berbau Barat cukup terasa, seperti di kota Algeir, Annaba, Wahran dan Constantine. Sementara di kota-kota kecil, nuansa keislaman masih kental. Demikian halnya dengan bahasa, warga ibu kota Algier dan beberapa kota besar, sangat piawai dan "berbangga" menggunakan bahasa Perancis untuk komunikasi.
Sebagaimana orang-orang Arab yang dikenal fanatik dengan kearaban dan negaranya, demikian halnya dengan Aljazair. Meskipun demikian, orang-orang Aljazair sangat respek dan menghormati sesama muslim, khususnya orang asing yang muslim. Aljazair juga dikenal sebagai negara Arab dan masyarakat yang sangat anti Israel. Banyak kisah penghormatan dan "pembelaan" orang Aljazair terhadap mahasiswa asing yang beragama Islam. Keakraban dan suasana persaudaraan juga sangat dirasakan mahasiswa Indonesia yang berada di sana. Seperti dialami mahasiswa pascasarjana program pertukaraan mahasiswa Indonesia-Aljazair 2001-2006 yang mendapat penghormatan dan perhatian, sampai bantuan materi.
Pendidikan  di Aljazair
Dengan menganut sistem dari Negara untuk rakyat atau mirip dengan sistem semi-sosialis (dalam pemerataan ekonomi dan subsidi untuk rakyat). Dalam artian, negara dan kekayaannya adalah untuk rakyat, semua yang ada adalah untuk rakyat dan kehidupannya. Dengan sistem ini, sejak awal Aljazair menyatakan pendidikan, kesehatan dan fasilitas publik lainnya gratis untuk publik, dan pemerintah berkewajiban melakukannya. Dan, lembaga usaha publik seluruhnya di bawah naungan negara atau dalam bentuk usaha BUMN (nonswasta).
Dengan sistem pendidikan diatur oleh pemerintah dan gratis, maka seluruh tingkat pendidikan formal dari SD hingga S3 di Aljazair seluruhnya berstatus Negeri,  di bawah Kementrian Pendidikan Aljazair.
            Aljazair memiliki 12 universitas yang tersebar di beberapa kota besar Aljazair. Selain itu ada beberapa institut kejuruan tertentu. Adapun sistem pendidikan tinggi di Aljazair atau level universitas diatur sesuai fakultas yang disediakan, tidak berarti setiap universitas memiliki seluruh fakultas. Secara umum universitas di Aljazair terbagi menjadi 3 kategori, meskipun dengan mengambil nama bermacam-macam, pada umumnya mengambil nama pahlawan kemerdekaan Aljazair sebagai nama universitas. 3 kategori itu adalah universitas yang menyediakan fakultas-fakultas sosial dan bahasa (IPS); universitas yang menyediakan fakultas-fakultas sains, teknologi dan kedokteran (IPA); serta universitas untuk fakultas-fakultas keislaman (Agama).

IV. Universitas Islam di Aljazair
Di Aljazair, universitas yang berstatus univeristas Islam yang menyediakan khusus fakultas-fakultas Islam hanya satu, yaitu Universitas Amer Abdel Kader. Sementara Universitas Aljazair(Université d'Alger), meskipun bukan universitas Islam, tapi membuka beberapa fakultas studi Islam. Selebihnya hanya sebagai institut atau sekolah tinggi Islam yang menyediakan beberapa jurusan keislaman. Selain itu, di universitas lain tidak menyediakan studi Islam.
            Oleh karena itu, di sini hanya akan memaparkan lebih serius studi Islam Universitas Amer Abdel Kader, dan sekilas melihat studi Islam di Universitas Aljazair. Selama ini pun, mahasiswa Indonesia menempuh studi Islam hanya di kedua Universitas tersebut.

1. Universitas Amer Abdel Kader
Universitas Amer Abdel Kader untuk Studi Ilmu-ilmu Islam (Jâmi'ah al-Amîr 'Abdul Qâdir lil-'Ulûm al-Islâmiyah) berada di Provinsi Constantine. Ia mulai dibangun berdasarkan perintah dari Presiden Houari Boumédiènne, pada 14 Februari 1984. Universitas ini memiliki satu gedung bersebelahan dengan masjid Amer Abdel Kader. Nama Amer Abdel Kader sendiri diambil dari nama pahlawan pelopor kemerdekaan Aljazair. Pemerintah menetapkan tujuan didirikan universitas Islam ini untuk mencetak mahasiswa yang berwawasan Islam dan ilmiah, menebarkan pengetahuan keislaman, dan mengembangkan penelitian dan meningkatkan ruh ilmiah.
Adapun Fakultas, jurusan dan konsentrasi di universitas ini adalah sebagai berikut:
Sistem pendidikan di kampus ini menggunakan sistem semester. Dalam setahun ada 2 kali semester. Sementara untuk tingkat pertama belum diberlakukan pemilahan fakultas atau jurusan. Semuanya sama masuk dalam kuliah umum atau di Aljazair disebut level al-Jadza'ul Mustarak. Setelah masuk di tahun kedua, dengan melihat nilai hasil ujian semester pertama dan kedua, juga dengan memperhatikan minat dari mahasiswa, universitas menentukan jurusan-jurusan untuk para mahasiswanya. Kalender perkulihan dimulai –biasanya— pada bulan Agustus-September setiap tahunnya.
 Dosen-dosen pengajar di Universitas ini adalah dosen-dosen lulusan universitas-universitas lokal Aljazair, juga lulusan luar negeri, baik Timur Tengah (Mesir, Arab Saudi, Sudan, Yordania, Libia) maupun Barat (Perancis, Amerika, Spanyol, Jerman dan Italia). Selain itu terdapat dosen asing dari luar negeri. Sebelum "masa hitam" (kasuk FIS) yang menerpa Aljazair ada beberapa dosen tamu yang kerap mengajar di universitas ini, antara lain DR. Yusuf Qardlawi, Dr. Salim Awa dan lain-lain. Bahkan Syekh Muhammad Ghazali (Mesir) pernah menjadi tenaga pengajar tetap selama 5 tahun di Universitas ini.
Semua tenaga pengajar di universitas ini –sebagaimana di universitas lain di Aljazair—berstatus pegawai negeri (PNS), sementara rektor diangkat dan diberhentikan oleh Kementrian Pendidikan Tinggi dan atas persetujuan Presiden.
Bahasa pengantar dalam perkuliahan di universitas Amer Abdel Kader  menggunakan bahasa Arab. Berbeda dengan universitas-universitas nonstudi Islam yang menjadikan bahasa Arab dan Perancis sebagai bahasa penghantar. Karena itu  salah satu syarat bagi mahasiswa asing yang berminat studi di Aljazair nonstudi Islam harus memenuhi standar kemampuan bahasa Perancis. Meskipun demikian para mahasiswa studi Islam, khususnya dari mahasiswa lokal cukup piawai berbahasa Perancis. Karena mereka sejak masa belajar dini sudah mempelajari dan akrab dengan bahasa ini dalam percakapan sehari-hari.
Untuk jenjang S1, di akhir tahun, setiap mahasiswa atau dengan berkelompok (sesuai ketentuan dewan ilmiah fakultas dan jurusan) mendapat kewajiban untuk menulis skripsi. Sementara untuk pendidikan S2, ketentuan yang berlaku adalah, satu tahun untuk teori dan tahun selanjutnya penulisan tesis. Penulisan tesis ini dibatasi harus selesai selama paling lambat 2 tahun. Jika belum selesai juga, bisa mengajukan permohonan perpanjangan waktu dengan alasan yang kuat. Selanjutnya keputusan diserahkan pada dewan ilmiah fakultas. Untuk program S3, setelah judul disertasi diterima dewan ilmiah fakultas, mahasiswa diperkenankan mulai menulis disertasi, dan boleh mengajukan permohonan sidang disertasi setelah menempuh waktu minimal 4 tahun.
Sampai saat ini di Universitas Amer Abdel kader terdapat sekitar 2500 mahasiswa, yang terbagi dalam tiga tingkatan, S1, S2 dan S3. Dari jumlah tersebut ada sekitar 155 mahasiswa asing, baik dari dari  Afrika, Asia maupun Eropa. Sistem di universitas Aljazair adalah membatasi jumlah mahasiswa yang masuk, karena di setiap universitas kehadiran mahasiswa (70%) di kelas menjadi salah satu syarat ikut serta ujian semester.
Sementara itu universitas ini telah meluluskan sekitar 18 mahasiswa Indonesia, baik di tingkat S1 dan S2. Perlu dicatat, dalam sejarah kampus ini, sejak awal berdiri hingga masa sebelum kejadian FIS, para mahasiswa banyak berdatangan dari negara-negara Asia, seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Namun pasca kejadian FIS, pengiriman mahasiswa dari Asia tersendat, baru diawali kerjasama pertukaran mahasiswa Indonesia-Aljazair yang dimulai sejak tahun 2000/2001.
2. Universitas Aljazair
 Universitas Aljazair (Université d'Alger) terletak di jantung ibu kota, Algier dan merupakan univeritas terkemuka di Aljazair. Universitas ini menyediakan 7 fakultas sosial dan bahasa, serta satu fakultas studi Islam. Sejatinya fakultas studi Islam awalnya adalah Institut Ilmu Ushuluddin yang didirikan sesuai ketetapan pemerintah pada tahun 1986. Namun pada tahun 2001, atas keputusan pemerintah Institut ini masuk dalam fakultas studi Islam di bawah Universitas Aljazair.
Fakultas Studi Islam di Univeritas Aljazair menyediakan jenjang strata S1, S2 dan S3. Adapun jurusan-jurusan yang disediakan adalah:
1.      Asy-Syari'hah wal Qanun (Hukum Islam dan Undang-undang Konvensional)
2.      Al-'Aqa'id wal Adyan (Akidah dan Agama-agama)
3.      Al-Lughah wal-Hadhaarah (Bahasa dan Peradaban)
Mengenai sistem dan ketentuan studi di Universitas ini sama dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Amer Abdel Kader, seperti yang telah dijelaskan di atas.

V. Daya Tarik  Studi Islam di Aljazair
            Ada beberapa hal yang menjadikan belajar di Aljazair menarik, di antaranya adalah:
-         Fasilitas perpustakaan yang cukup memadai dan representatif. Selain buku-buku dari berbagai disiplin keislaman, baik dalam bahasa Arab, Inggris dan Prancis, dll, juga ada khusus perpustakaan (terpisah) untuk jurnal dan media massa. Demikian halnya ada ruang perpustakaan digital, yaitu menggunakan sistem komputerisasi atau e-books. Juga ada perpustakaan multimedia, menggunakan audio-visual. Mahasiswa diberi keluluasaan meminjam buku maksimal 5 buah buku selama 2 pekan (dapat diperbaharui kembali) untuk digunakan di luar perpustakaan. Di universitas Amer Abdel Kader perpustakaan untuk mahasiswi tersedia secara khusus (terpisah). Ada juga perpustakaan khusus untuk mahasiswa pascasarjana. Semuanya diatur dengan manajemen yang rapih dan teratur.
-         Tersedia laboratorium bahasa.
-         Fasilitas internet tersedia khusus untuk mahasiswa pascasarjana.
-         Tidak ada pungutan apapun untuk studi di Aljazair. Termasuk pengurusan proses studi dan perpanjangan visa (sekali mengajukan visa student langsung diberikan selama 2 tahun dan gratis) .
-         Setiap mahasiswa berhak mendapatkan beasiswa, khususnya untuk mahasiswa asing, dengan mengajukan permohonan beasiswa dipastikan dapat beasiswa. Sementara untuk mahasiswa pascasarjana semua biaya penggandaan tesis atau disertasi diganti, begitu pula biaya sidang.
-         Asrama banyak tersedia. Untuk mahasiswa Aljazair, bagi yang rumahnya berjarak minimal 30 km bagi mahasiswi, dan 50 km bagi mahasiswa berhak tinggal di asrama dengan fasilitas makan 3 kali sehari dan fasilitas lainnya. Sementara untuk mahasiswa asing, setelah mengajukan permohonan tinggal di asrama, mereka mendapat perhatian khusus (jaminan) untuk mendapatkannya. Asrama untuk mahasiswa asing digabung dalam satu kawasan bersama mahasiswa Aljazair, meskipun dengan gedung khusus. Sementara bagi yang ingin menyewa plat atau rumah pun diperbolehkan. Meskipun biaya hidup di Aljazair lebih tinggi di banding beberapa negara Arab, seperti Mesir atau Sudan. Untuk sewa rumah dengan fasilitas 2-3 kamar sebulan membutuhkan biaya sekitar 150-200 dollar. Demikian juga untuk keperluan makan, dan kebutuhan sehari-hari yang lain. Untuk itu,alhamdulillah, mahasiswa asing diberi perhatian dan prioritas untuk tinggal di asrama.
-         Tersedia transportasi kampus-asrama dan asrama-kampus setiap jam sekali (sekali jalan bisa sampai 4 bus, tergantung kebutuhan).
-         Makan siang tersedia di kampus.
-         Klinik dan periksa dokter tiap hari kerja di dalam kampus secara gratis.
- Kegiatan ekstrakulikuler yang variatif, di antaranya seminar international dalam tema-tema studi Islam dengan menghadirkan tokoh-tokoh berkompeten baik dari kawasan Timur Tengah maupun Barat. Majalah ilmiah tingkat universitas dan fakultas rutin diterbitkan secara berkala. Selain itu kampus memiliki fasilitas olah raga yang memadai, di antaranya sepak bola, tennis meja, kolam renang, karate dan sarana fitnes.
- Masyarakat Aljazair sangat respek dan menghormati mahasiswa asing yang beragama Islam. Mereka juga sangat mengenal Indonesia, karena salah satu bahan bacaan pada salah satu materi di tingkat SMP adalah tentang "Indonesia sebagai Negara Berpenduduk Muslim Terbesar di Dunia". Karena itu, bisa dipastikan setiap mahasiswa Indonesia memperkenalkan diri, langsung disambut dengan kata, "Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia".
VI. Prosedur Pendaftaran
Sejatinya pemerintah Aljazair terbuka untuk mahasiswa asing yang berminat belajar di Aljazair. Namun akhir-akhir ini, khususnya pasca kejadian FIS Aljazair memiliki kebijaksanaan yang harus dilakukan calon mahasiswa asing, termasuk Indonesia. Berikut ini beberapa cara atau prosedur untuk dapat studi Islam di Aljazair.
Pertama, Aljazair lebih mengedepankan atau memprioritaskan jika ada nota kesepakatan atau MoU antarkedua Negara untuk pengiriman mahasiswa ke Aljazair. Kerja sama ini seperti pernah terjalin dengan Indonesia (Depag) selama dua kali pengiriman, dengan MoU pertukaran mahasiswa Indonesia-Aljazair. Pada tahun 2001 Indonesia mengirimkan 6 mahasiswa untuk studi di tingkat pascasarjana di universitas Amer Abdel Kader, sebagaimana halnya pemerintah Aljazair mengirimkan 6 warganya untuk berlajar di IAIN Indonesia. Kerjasama ini dilanjutkan pada tahun 2003 dengan  saling mengirimkan 9 mahasiswa.
Kedua, Kementrian Pendidikan Tinggi Aljazair (Dikti) menerima pengajuan pendaftaran jika ada surat penghantar dari KBRI di Aljazair. Sementara KBRI Aljazair tidak mengharapkan ada yang memohon studi di Aljazair kecuali ada rekomendasi dari lembaga pemerintahan atau organisasi yang dapat diterima pemerintah Aljazair. Dalam artian, belum menerima pengajuan secara individual.
Ketiga, Mendapat rekomendasi dari Departemen Agama Pusat untuk pengajuan studi di Aljazair. Rekomendasi ini bisa didapatkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur Depag.
Keempat, Mengikuti ujian seleksi yang diadakan Departemen Agama Pusat untuk studi di Aljazair. Seperti yang telah dilaksanakan pada tahun 2000, 2001 dan 2007.
Kelima, Menghubungi secara langsung Kedutaan Besar Republik Rakyat Aljazair di Jakarta guna mengajukan permohonan studi di Aljazair. Mengingat, Kedutaan Ajazair di Jakarta menyediakan beasiswa bagi beberapa mahasiswa untuk studi di Aljazair. Mekanisme dan prosedur diatur oleh Kedutaan Aljazair di Jakarta.
            Adapun di antara syarat dan berkas yang harus disiapkan adalah :
1.      Mengisi formulir yang disediakan.
2.      Pasphoto.
3.      Surat Keterangan Sehat.
4.      Surat Kelakuan Baik dari Kepolisian
5.      Akte kelahiran.
6.      Photokopi ijazah yang telah dilegalisir.
7.      Semua berkas diterjemahkan (di lembaga penterjemah resmi dan tersumpah) dalam bahasa Arab atau bahasa Perancis.
8.      Mendapatkan keterangan beasiswa dari Negara Aljazair (setelah penerimaan dari Dikti)
Sementara untuk anak-anak diplomat, pegawai KBRI di Algier dan orang asing yang menetap di Aljazair dapat mengajukan langsung ke Dikti di Aljazair dengan surat penghantar dari KBRI di Algier.

IX. Alamat dan Web Site Penting

sumber: fkmtmesir